PADA WAKTU
Pada waktunya, ia akan meredup dan pudar
Pada waktunya, ia akan pergi dan menghilang
Pada waktunya, ia akan terkubur dan terlupakan
Pada waktunya ia akan
Pada waktunya ia
Pada waktunya
Pada
Waktu
Nya
-ariisme-
Serang, 19/6/15
Story Of A Soul
Pada waktunya, ia akan meredup dan pudar
Pada waktunya, ia akan pergi dan menghilang
Pada waktunya, ia akan terkubur dan terlupakan
Pada waktunya ia akan
Pada waktunya ia
Pada waktunya
Pada
Waktu
Nya
-ariisme-
Serang, 19/6/15
Aku menari untuk masa silamku
Melenggok dalam citra masa lampau
Memijak jejak perih parut jiwa
Seumpama lumpur menelan raga
Terajam
Lara
-ariisme-
Serang, 26 januari 2015
Seperti di dalam labirin, hangat itu mengalir mengitari selaksa rasa.
Seperti tenggelam, nafasku tersengal tercekat di dada.
Seperti terayun, aku limbung terhuyung asmara.
-ariisme-
Serang, 5/2/15
Iblis mengikat nalarku dan menenggelamkannya ke dalam sumur neraka. Ragaku tak berkutik, dan seketika menjadi setengah bangkai. Netraku nanar menatap sang iblis mengoyak-oyak setiap serpihannya, tanpa sisa.
Dimana Tuhanku?
Kucari di dalam keping hati, Kau tak ada.
Kucari di dalam jiwa, Kaupun tak ada.
Lalu, harus kepada siapa kuselamatkan jiwaku?
Satu-satunya harta yang aku punya.
Lalu, apakah Engkau ada?
Ataukah hanya dongeng belaka.
Ah, aku lupa. Nalarku sedang tak dapat bekerja. Ia terikat pada rantai baja, dan tenggelam hingga tak berdaya.
Ini hanya raga yang berbicara, tanpa jiwa.
Meronta dengan segenap usaha yang sia-sia.
Atas luka
-ariisme-
Serang, 17/5/15 3.26 AM
Mereka menertawakan aku, karena aku tidak sama seperti mereka. Setiap hari mereka berganti-ganti topeng, sesuai dengan peran yang mereka lakoni saat itu. Jika dalam satu hari mereka melakoni dua peran, mereka akan memakai dua topeng, jika akan melakoni empat peran, maka mereka akan membawa topeng lainnya di sakunya, di mobilnya, atau di dalam tasnya.
Aku,
Aku terlalu miskin untuk bisa memiliki topeng. Topeng-topeng itu tak terbeli oleh isi dompetku, bahkan nuraniku. Oleh karena itu, aku tidak memakai topeng, karena aku tidak memiliki satupun. Kemarin aku lihat topeng moral sedang diobral seharga 3.500, tapi karena rok mini di sebelahnya sangat menggiurkan, aku memilih membeli rok mini seharga 99.000. Menurutku, rok mini itu lebih manis dan orisinil ketimbang topeng moral. Lagipula, para pengguna topeng moral itu pasti akan melirik perempuan dengan rok mini ketimbang perempuan bertopeng apapun.
Ya,,,ya,,,,
Silakan saja kalian menganggapku gila. Aku merasa nyaman dengan kegilaanku.
-ariisme-
Serang, 23/12/15
Aku bukan manusia mulia, jadi tak usah repot-repot memuliakan aku. Tapi siapa dirimu beraninya meganggapku hina.
Aku dan dirinya memang tidak sebanding denganmu, tak sujung kukupun kau bilang. Tapi kami bersyukur, atas waktumu memperhatikan aku dan dirinya.
Aku juga bukan boneka yang bisa kau dandani sedemikian rupa hanya untuk membuatmu senang. Akupun bukan binatang yang bisa kau latih untuk patuh pada perintahmu.
Segala kelemahan yang telah aku tunjukkan kepadamu, segala rahasia yang telah kubuka, semata-mata karena percaya. Jika itu menjadi bumerang, aku tak akan mengelak.
Aku bukan manusia mulia, jadi tak usah repot-repot memuliakan aku.
-ariisme-
Serang, 22/12/15
