QOTD







Unjuk Rasa Terampuh


Perihal Rindu dan Doa


Ketika sekawanan rindu tak terelakan menyerang sepanjang petang hingga fajar yang terasa sangat lambat datang, kita membuang kesempatan untuk saling pandang di siang yang sebatang. Dan ketika petang hingga malam kembali menjelang,  kemudian tak saling berkabar, hanya saling mengingat dalam doa yang berkumandang.

Ariisme
3/11/16

.........


Akan tiba masanya manusia mulai merasa pantas berperan menjadi juru bicara Tuhan

Pernyataan

Biarlah aku tak lagi hadir di dalam puisimu
Setidaknya aku pernah menjadi inspirasimu
Begini saja,
Kubekali beberapa bungkus kenangan di laci mejamu
Siapa tau, nanti kau perlu

Setuju?


Nirwana, 1/11/16

Jancuk!

Tangkai tangkai cinta yang kukirimkan setiap hari ternyata tak cukup untuk melipat jarak.

Jancuk!

Kenapa harus tentang cinta sih

Nirwana, 1/11/16

Entahlah Apa Judulnya

Itu kampak miliknya
Kampak lama yang telah tanggal giginya
Gagangnya legam dan lapuk
Meski demikian, Ia tak berniat menggantinya dengan yang baru
Karena kampak lamanya telah banyak sekali melumat kayu kayu pengepul asap dapurnya
Menghangatkan malam malam dinginnya
Bahkan menghasilkan ukiran ukiran bersejarah di pendoponya
Sekali waktu, Ia sempat menatap kampak baru yang masih kokoh dan tajam
Namun hanya manatap, seolah menatap kampaknya yang lama
Seolah ingin mengayunkannya menghujam kayu kayu di pelatarannya
Tapi Ia hanya menatap
Dengan segala derita dilumatnya

-ariisme-
Nirwana 1/11/16