SURAT KE SURGA
Benakku tumpah ruah, berhamburan hingga menenggelamkan lautan.
Namun tercekat lekat, di perbatasan dunia dan nirwana.
Yang kupandang hanya seulas wajah dengan bibir yang merenggang manis.
Tak ada aksara.
Hanya netra yang mengisyaratkan cinta membara.
Seandainya aku bisa mengirimkan surat ke surga, aku akan menuliskan banyak sekali kisah tentang Aiana.
-ariisme-
Serang, 30/5/15

0 comments:
Post a Comment